Apa itu N.V De Javasche Bank? - Bank tersebut didirikan berdasarkan kepemilikan modal dari para pengusaha Belanda, sehingga sahamnya adalah bersifat swasta. Ketika Indonesia baru merdeka, maka pemerintahan baru Republik Indonesia dari sini mulai melakukan beberapa gerakan menasionalisasikan perusahaan-perusahaan milik asing yang ada di Indonesia termasuklah aset milik N.V De Javasche Bank tersebut.
Faktanya tidak sampai disitu saja, dimana ketika Ir. Soekarno dan Drs. M. Hatta menyatakan kemerdekaan RI, Pemerintah Kolonial Belanda tidak mengakuinya, apalagi menyerahkan kepada kedaulatan republik baru ini, maka kemudian Belanda mengajukan beberapa syarat untuk dipenuhi oleh Indonesia yang selama beberapa tahun terus mengganggu secara militer.
Akhirnya, sejarah menunjukkan pada kita terjadilah perundingan itu di tahun 1949 dengan nama Konferensi Meja Bundar (KMB). Melalui perundingan tersebut disepakatilah beberapa kondisi pokok agar Republik Indonesia dapat diakui kemerdekaannya oleh Belanda. Pertama, penghentian Bank Negara Indonesia (BNI) 1946 sebagai bank sentral republik dan digantikan oleh N.V De Javasche Bank yakni sebuah perusahaan swasta milik beberapa pengusaha Belanda, selanjutnya kemudian berganti nama menjadi Bank Indonesia (BI) sampai sekarang. Kedua, dengan lahirnya bank sentral baru itu pencetakan maka "Oeang Republik Indonesia (ORI)" sebagai salah satu wujud kedaulatan republik baru itu dihentikan, kemudian hak dan kewenangan untuk mencetak digantikan dengan dan oleh Uang Bank Indonesia yang dideklarasikan sejak tahun 1952. Ketiga, bersamaan dengan itu, berkenaan dengan utang pemerintahan kolonial Hindia Belanda milliaran dolar AS kala itu akibat terlibat dalam perang dunia ke-2 dari para bankir swasta Belanda tentunya harus diambil-alih dan menjadi "dosa bawaan" untuk republik baru ini sampai sekarang.
Perlu kita sadari bahwa ketika Bank BNI 1946 diakui oleh pemerintah republik baru ini, dan dalam urusan untuk mencetak dan menerbitkan uang kertas bahwa setiap Rp 1,- ORI didukung atau menanggung biaya (dijamin) sebesar 0,5 gr emas. Dan, perhitungan sederhananya sekarang adalah sebagai berikut :
- Harga emas hari ini tanggal 08 Oktober 2016 adalah Rp 526.167,00/ gr (Sumber : http://harga-emas.org/)
- Untuk mencetak uang sebesar Rp 100.000,00 jika per Rp 1,-nya dijamin dengan emas seharga Rp 526.167,00/ gr maka negara ini harus menanggung beban jaminannya di dalam Cadangan Devisa adalah 0,5 gr emas x Rp 100.000,00 sebesar 50.000 gr emas atau setara 50 kg emas, dan selanjutnya 50 kg emas tersebut dikalikan dengan harga emas per gram tanggal tersebut diatas adalah 50.000 gr emas x Rp 526.167,00/ gr sebesar Rp 26.308.350.000,00 yakni 26 milliar Rupiah lebih atau setara dengan 2.023.407,94 USD (Berdasarkan Kurs Tengah BI adalah Rp 13.002,00/ USD per tanggal 08 Oktober 2016 / Sumber : http://harga-emas.org/)
- Ini berarti realisasinya untuk menutupi/ mencukupi beban jaminan di dalam Cadangan Devisa tersebut, maka mengharuskan negara memperbesar/ memperbanyak persentase (%) pungutan pajaknya di setiap sektor kegiatan ekonomi, dan kembali lagi rakyatnya yang menanggung beban tersebut.
Perhitungan di atas baru sekelumit gambaran kecil dari beban mencetak dan menerbitkan uang kertas, mengapa dan tidak mengapa uang kita terus mengalami inflasi (penurunan harga dari uang tersebut) setiap tahunnya dari harga Rp 1,- ; Rp 5,- .... sampai kepada inflasi harga Rp 100.000,- di masa sekarang. Dimana, rakyat terus menerus dipaksa bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup yang tidak pernah tercukupin (sejahtera), dan selalu terlilit hutang dengan pendapatan/ gaji yang diterima sangat minim jauh dibawah indeks harga konsumen dan konsumsi barang saat ini.. alias Miskin terusss!!!
Intinya "Jika rakyat tahu Rahasia Dibalik Penciptaan Uang Kertas saat ini, mungkin akan terjadi revolusi besar-besaran, dan negara ini morat-marit dibuat oleh ulah-ulah para bankir bank tersebut, apalagi era modern sekarang ini ada proses penciptaan uang baru yang tidak hanya melibatkan Bank Indonesia saja tetapi langsung oleh rakyat melalui fasilitas kartu kredit dan dunia pengkreditan di Indonesia saat ini, maka bertambah besarlah inflasi negara ini dan terus masuk dalam pusaran kemiskinan dimana-mana (tunggulah kehancuran bangsa ini!!!)
Gambaran penciptaan uang melalui fasilitas kredit :
- Mr. X meminjam uang (modal) kepada Bank Y sebesar Rp 100 juta
- Bunga yang diberikan pertahunnya sebesar 25% selama kurun waktu jaminan 5 tahun
- Maka, dari Mr. X telah memproduksi uang untuk kurun waktu selama 5 tahun tersebut adalah Rp 100 juta x 25% x 60 bulan sebesar Rp 1.500.000.000,- (atau setara 1,5 milliar rupiah) .. sangat fantastik yaa.. !!!
- Apabila berlaku sama seperti Mr. X dari mereka yang lainnya, maka jumlah uang yang beredar adalah Rp 1,5 milliar dikalikan jumlah penduduk Indonesia yang terlibat utang bunga di bank terus dan terus.. terus dikalikan/ ditambahkan .. dan terus!!!
- Fakta ini berbanding terbalik untuk mengukur pendapatan per kapita terhadap jumlah uang yang beredar per kapita terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi laju pertumbuhan inflasi di Indonesia!!!
Intinya proses penciptaan uang itu sebenarnya adalah kejahatan manusia yang sangat luar biasa, bagaimana tidak selembar kertas yang bergambar dapat diartikan sama nilainya dengan logam mulia (emas dan perak) maupun hasil tambang dan mineral lainnya.. coba Anda pikir!!!
Benar kata Rasulullah SAW tentang kebenaran nilai tukar emas sebagai alat pembayaran yang hakiki dan tidak membuat sengsara, serta berlaku umum dan diakui kestabilannya.
Rasulullah Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Dinar (emas) dan dirham (perak) adalah stempel Allah di muka bumi-Nya, barangsiapa yang datang dengan mempergunakan stempel tuhannya, maka akan dicukupi semua kebutuhannya” (Hadits Riwayat Imam Ath-Thabrani)
Abu Bakar ibnu Abi Maryam meriwayatkan bahwa beliau mendengar Rasulullah Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam bersabda, ”Masanya akan tiba pada umat manusia, ketika tidak ada apapun yang berguna selain dinar dan dirham.” (Masnad Imam Ahmad Ibn Hanbal).
Semoga bermanfaat,.
by Muka2 bloG Editorial




0 Dikomentari:
Posting Komentar
# Terima kasih atas kunjungannya ke Pojok Jurnalis, silakan berkomentar dengan sopan, dan semoga bermanfaat untuk Anda selalu